Logo

Desa Lasitae

Kabupaten Barru

Home

Profil Desa

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Edukasi Siswa SDN 69 Barru Melalui Program "SIPILAH (Siswa Pintar Pilah Sampah)"

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Siswa SDN 69 Barru Melalui Program "SIPILAH (Siswa Pintar Pilah Sampah)"

Invalid Date

Ditulis oleh DESA LASITAE

Dilihat 56 kali

Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Edukasi Siswa SDN 69 Barru Melalui Program "SIPILAH (Siswa Pintar Pilah Sampah)"

LASITAE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu SIPILAH (Siswa Pintar Pilah Sampah) di SD Negeri 69 Barru pada Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Maudi Nurhalizah, mahasiswa KKNT Inovasi Desa Gelombang 116 di Desa Lasitae, Kabupaten Barru.

Program SIPILAH dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui kebiasaan membuang dan memilah sampah dengan benar. Kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan berbagai jenis sampah kepada siswa agar mereka mampu membedakan dan mengelola sampah sesuai dengan karakteristiknya.

Kegiatan diawali dengan pemberian edukasi mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Para siswa diberikan pemahaman mengenai dampak kebiasaan membuang sampah sembarangan terhadap kebersihan dan lingkungan sekitar.

Selanjutnya, siswa diperkenalkan dengan beberapa jenis sampah, yaitu sampah organik, anorganik, serta B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Materi disampaikan dengan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga lebih mudah dipahami.

Maudi Nurhalizah, selaku mahasiswa KKNT Inovasi Desa Gelombang 116 sekaligus pelaksana program SIPILAH, menjelaskan bahwa kebiasaan memilah sampah perlu diperkenalkan kepada anak sejak dini agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui program SIPILAH, kami ingin mengajarkan kepada siswa bahwa membuang sampah pada tempatnya saja belum cukup, tetapi sampah juga perlu dipilah berdasarkan jenisnya. Dengan mengenalkan jenis sampah dan melakukan praktik secara langsung, kami berharap siswa dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah mulai dari lingkungan sekolah maupun di rumah,” jelas Maudi Nurhalizah.

Setelah mendapatkan penjelasan, siswa kemudian diajak untuk mempraktikkan pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya. Dalam praktik tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk mengenali sampah dan menentukan tempat pembuangan yang sesuai berdasarkan kategori organik, anorganik, dan B3.

Praktik secara langsung dilakukan agar siswa tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi nyata. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa secara langsung dalam proses pemilahan sampah.

Sebagai tahap akhir, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian kuesioner oleh siswa. Kuesioner diberikan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa setelah mengikuti edukasi dan praktik pemilahan sampah. Hasil kuesioner digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa mengenai jenis-jenis sampah serta kemampuan mereka dalam menentukan sampah berdasarkan kategorinya.

Melalui program SIPILAH (Siswa Pintar Pilah Sampah), mahasiswa KKNT Inovasi Desa Gelombang 116 berharap siswa dapat membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Pemahaman mengenai pemilahan sampah diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat dibawa ke lingkungan rumah dan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi lingkungan yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih melalui kebiasaan sederhana, yaitu membuang dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya.

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Desa Lasitae

Kecamatan Tanete Rilau

Kabupaten Barru

Provinsi Sulawesi Selatan

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia