
Invalid Date
Dilihat 31 kali

LASITAE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu “Inovasi Pembelajaran Bahasa Mandarin Dasar melalui Metode Learning by Playing” di Kantor Desa Lasitae, Kabupaten Barru, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Maiya Ghea Fati, mahasiswa KKNT Inovasi Desa Gelombang 116 di Desa Lasitae.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan sesi ice breaking berupa tebak bendera negara untuk mencairkan suasana sekaligus membangun antusiasme peserta sebelum memasuki materi utama. Setelah suasana pembelajaran mulai aktif, peserta diperkenalkan dengan letak geografis Tiongkok, meliputi lokasi, luas wilayah, ibu kota, hingga bahasa resminya sebagai pengantar untuk mengenal bahasa dan budaya Mandarin.
Memasuki sesi inti, peserta diperkenalkan dengan konsep dasar bahasa Mandarin dan Pinyin sebagai sistem ejaan menggunakan huruf Latin. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan unsur-unsur pembentuk pelafalan bahasa Mandarin, yaitu Shengmu sebagai konsonan awal, Yunmu sebagai vokal, serta Shengdiao atau nada.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya nada dalam bahasa Mandarin karena perbedaan nada dapat memengaruhi arti suatu kata meskipun memiliki bunyi dasar yang sama. Materi dilengkapi dengan pengenalan kosakata sehari-hari, seperti nǐ hǎo (halo), xièxie (terima kasih), dan zàijiàn (sampai jumpa), serta contoh teks sederhana untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Mandarin.

Maiya Ghea Fati, selaku mahasiswa KKNT Inovasi Desa Gelombang 116 sekaligus pelaksana program kerja, menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang dikombinasikan dengan permainan dipilih agar peserta dapat mempelajari bahasa Mandarin dengan suasana yang lebih menyenangkan dan interaktif.
“Pembelajaran bahasa Mandarin dasar kami kemas melalui metode learning by playing agar peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat langsung mempraktikkannya melalui permainan. Dengan cara ini, peserta diharapkan lebih mudah mengingat kosakata dan memahami pelafalan serta nada dalam bahasa Mandarin,” jelas Maiya Ghea Fati.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan penerapan metode learning by playing melalui dua permainan interaktif. Permainan pertama adalah Tebak Hanzi, yaitu peserta diminta menebak arti aksara Mandarin yang ditampilkan pada layar.
Permainan kedua adalah Nada Challenge, yang mengajak peserta menirukan pengucapan kosakata bahasa Mandarin melalui video berdurasi singkat. Peserta ditantang untuk berkonsentrasi dan mengikuti pengucapan serta nada yang diberikan sebelum tayangan beralih ke kosakata berikutnya. Peserta dinyatakan berhasil apabila mampu menirukan pengucapan dan nada dengan tepat.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan pengisian kuesioner evaluasi oleh seluruh peserta. Kuesioner digunakan untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan sekaligus memperoleh tanggapan mengenai metode pembelajaran yang digunakan selama kegiatan.
Berdasarkan hasil kuesioner, seluruh peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan pembelajaran bahasa Mandarin dasar. Mayoritas peserta menyatakan telah memahami materi dasar, mampu mengucapkan beberapa kosakata Mandarin dengan baik, serta merasa lebih percaya diri dalam mempraktikkan pelafalannya.
Peserta juga menilai materi yang diberikan cukup jelas dan permainan yang digunakan membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan. Respons tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode learning by playing dapat menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan mendorong antusiasme peserta untuk mempelajari bahasa Mandarin.
Melalui program Inovasi Pembelajaran Bahasa Mandarin Dasar melalui Metode Learning by Playing, mahasiswa KKNT Inovasi Desa Gelombang 116 berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman belajar bahasa asing yang menyenangkan bagi peserta di Desa Lasitae. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan peserta terhadap bahasa dan budaya Mandarin serta menjadi pengalaman awal untuk mengenal bahasa asing melalui metode pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan.
Bagikan:

Desa Lasitae
Kecamatan Tanete Rilau
Kabupaten Barru
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini