
Invalid Date
Dilihat 31 kali

LASITAE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu “Pemanfaatan Limbah Jagung sebagai Pakan Alternatif Hewan Ternak Menggunakan Metode Silase (Pengawetan)” di Kantor Desa Lasitae, Kabupaten Barru, pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Muhammad Zhulqifly Jayadi, mahasiswa KKNT Inovasi Desa Gelombang 116 di Desa Lasitae.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemilik ternak, Ketua BPD Desa Lasitae, Sekretaris Desa Lasitae, para Kepala Dusun, serta Ketua Kelompok Tani dari setiap dusun di Desa Lasitae.
Program kerja ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi limbah hasil pertanian, khususnya batang jagung, sekaligus memanfaatkannya menjadi pakan alternatif bagi hewan ternak. Limbah batang jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah melalui metode silase, yaitu teknik pengawetan pakan dengan proses fermentasi sehingga bahan dapat disimpan dan dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pengenalan silase kepada para peserta. Pada tahap ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian silase, manfaat pengawetan pakan, serta potensi pemanfaatan limbah batang jagung sebagai bahan pakan alternatif bagi hewan ternak. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan silase. Peserta diperkenalkan secara langsung pada tahapan pengolahan limbah batang jagung menjadi pakan yang diawetkan menggunakan metode silase. Praktik ini bertujuan agar peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga dapat mengetahui proses pembuatannya secara langsung.

Muhammad Zhulqifly Jayadi, selaku mahasiswa KKNT Inovasi Desa Gelombang 116 sekaligus pelaksana program kerja, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan alternatif pemanfaatan limbah pertanian yang tersedia di Desa Lasitae.
“Melalui program ini, kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa limbah batang jagung masih dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi pakan alternatif bagi ternak. Dengan metode silase, limbah pertanian yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat memiliki nilai guna dan berpotensi membantu menyediakan pakan ternak,” jelas Muhammad Zhulqifly Jayadi.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan pengisian kuesioner oleh peserta. Kuesioner tersebut digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan peserta sekaligus mengetahui sejauh mana program pembuatan silase dinilai bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi pemilik ternak dan kelompok tani.
Evaluasi melalui kuesioner juga menjadi bahan masukan untuk mengetahui respons peserta terhadap materi sosialisasi dan praktik yang telah diberikan. Dengan demikian, pelaksanaan program tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga mengukur kebermanfaatannya bagi masyarakat Desa Lasitae.

Pemanfaatan limbah batang jagung melalui metode silase menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pengelolaan limbah pertanian sekaligus penyediaan pakan ternak. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan limbah pertanian serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih optimal.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKNT Inovasi Desa Gelombang 116 berharap masyarakat Desa Lasitae, khususnya pemilik ternak dan kelompok tani, dapat menerapkan pengetahuan mengenai pembuatan silase secara mandiri serta memanfaatkan limbah batang jagung yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai salah satu alternatif pakan ternak.
Bagikan:

Desa Lasitae
Kecamatan Tanete Rilau
Kabupaten Barru
Provinsi Sulawesi Selatan
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini